Mencintaimu Seperti Menunggu Matahari Terbit Di Kala Senja ~ Dobel.xyz



Mencintaimu Seperti Menunggu Matahari Terbit Di Kala Senja


Dua insan terpaut oleh perasaan yang sama, dipertemukan oleh ketidaksengajaan bagai takdir, namun harus berpisah akan kenyataan bahwasanya mereka tak bisa hidup bersama. Ini terdengar seperti kisah cinta yang klise, namun tahukah kalian bahwa kisah semacam ini tidak seklise hal-hal yang pernah kalian dengar sebelumnya. Karena saling mencintai saja tidak akan pernah cukup, sebab perbedaan keyakinan bisa menjadi tembok yang akan terus menghalangi dua insan tadi untuk bisa bersatu.
~
#1. Mengiranya sebagai takdir, namun malah menjadi luka di detik akhir 
Cinta bisa berawal dari tempat-tempat tidak terduga. Bisa datang disituasi yang terasa tidak memungkinkan. Serta berlangsung cepat, bahkan sekejab. Apabila hal semacam ini terjadi pada seseorang maka tidak sedikit yang menganggap pertemuan tanpa sengaja mereka adalah takdir yang sudah digariskan Tuhan untuk mereka.
Sesuangguhnya apa pun yang manusia anggap takdir atas kisah cinta mereka tidak lain adalah sebuah harapan yang muncul secara tidak sadar dari dalam jiwa mereka sendiri. Memantapkan diri, meyakinakan diri sendiri, lalu bertindak karena rasa percaya diri yang muncul sebab petualangan cinta yang akan dijalaninya dirasa sebagai hal yang sudah Tuhan gariskan.
Lalu kenyataan sedikit demiki sedikit mengikis takdir tadi, perbedaan keyakinan berdiri kokoh di antara sepasang kekasih, hanya menyisakan sedikit ruang di tembok tadi agar mereka bisa saling berjabat tangan. Semakin lama lubang tadi semakin mengecil, hingga tak ada harapan yang tersisa. Maka jadilah takdir berubah luka di detik akhir.
~
#2.  Saat-saat bahagia penuh renungan, dan penundaan sebagai jawaban semu 
Sedari awal bersama, kedua insan ini sama-sama mengerti bahwa hubungan mereka sulit untuk terus bersama, perbedaan keyakinan bukan seperti memlih jalan mana yang lebih benar, atau sesuatu yang bisa diambil jalan tengahnya. Perbedaan kayinan itu seperti mencampurkan air dan minyak yang biar diaduk sekuat tenaga pun hasilnya tetap saja berpisah.
Namun meski pun demikian, kedua insan ini sama-sama mengulur waktu, mencari celah agar fakta bisa diperdaya. Dan semakin lama mereka memutuskan untuk terus bersama, maka semakin besar cinta mereka, dan semakin sakit nantinya jika perpisahan itu datang pada mereka. 
~
#3. Kisah cinta beda keyakinan bukan hanya tentang sepasang kekasih yang ingin bersatu, tapi juga tentang dua keluarga yang harus dipersatukan 
Cinta beda keyakinan itu seperti bermain selancar di sebuah pantai dengan ombak dan angin kencang. Setiap hari obak-obak itu akan datang dalam bentuk yang semakin membesar, muncul dalam bentuk kegelisahan setiap harinya. Membuat seseorang sulit tidur, dan terbangun dengan pikiran yang sama menyiksanya.
Menyatukan dua keluarga dengan keyakinan yang sama saja tidak mudah, apalagi jika beda keyakinan. Banyak hal akan dipikirkan tentang nilai-nilai yang harus diperhitungan, salah satunya ialah; jika bersama harus ada salah satu yang dikorbankan, padahal kedua belah pihak sama-sama tidak ingin mengorbankan siapa pun. Cinta ada untuk saling menyayangi bukan untuk saling menyakiti salah satu pihak. 
~
#4. Mungkinkah bersama? (itu pertanyaan harapan). Haruskan berpisah? (itu pertanyaan putus asa) 
Mungkinkah bersama? Ini hal sulit yang bisa dijawab dengan cepat. Memang ada saja pasangan beda agama yang pada akhirnya bisa bersama, namun hal ini terjadi dengan syarat-syarat tertentu yang harus ditanggung seumur hidup. Rasa bersalah pada Tuhan, pada keluarga, dan pada diri sendiri akan terus dibawa  hingga kapan pun. Akan ada masa dimana pikiran panjang penuh renungan bisa membuat kamu bersedih di dalam hati, walau senyum elips di bibir mengembang seolah semua itu bukan masalah. Apakah kalian bisa sekuat itu? Seharusnya pertanyaan itu yang sebelumnya dipertanyakan kepada diri sendiri sebelum bertanya “mungkinkah bersama?”
Haruskah berpisah? Ini juga hal yang sulit untuk dijawab. Nilai-nilai dalam kepercayaan yang diajarkan sedari kecil akan membuat kita berpikir panjang tentang keputusan berpisah. Namun berpisah pun akan ada akibatnya, yaitu membiarkan diri patah hati berkepanjangan dengan kemungkinan menyesal dikemudian hari.
Jadi keduanya sama-sama melukai. Lalu bagaimana? Pilihlah luka yang kalian rasa bisa kalian tahan atau mungkin sembuhkan dikemudian hari. 
~
#5. Mencintaimu seperti menunggu matahari terbit di kala senja 
Senja memang selalu terlihat indah. Warna kemerahan di ujung cakrawala bisa saja menentramkan hati, namun senja akan segera berlalu lalu menyisakan gelap yang pekat. Seperti itu juga kisah cinta beda kepercayaan. Hal-hal indah memang selalu ada, bahkan kandang membuat jiwa tentram sejenak, dan selepas itu, hidup adalah malam yang dingin dan kelam.
Namun bagi sebagian pasangan yang tidak mau memahami keadaan ini, dan membiarkan semuanya semakin berlarut sebelum akhirnya mencapai puncak. Ialah seperti menunggu matahari terbit di kala senja sudah berada di detik menjadi sirna.
Kisah yang sebelumnya dianggap klise pun pada akhirnya harus mengharu biru
.sumber caping.com